Translate

Saturday, 23 May 2015

Kisah inspiratif dari Burung Elang

Inilah Kisah Inspiratif dari Burung Elang
Burung Elang 

wahai sobat, segala sesuatu didunia ini memiliki manfaat bagi umat manusia. Makhluk hidup yang ada di bumi ini beserta pola hidupnya mengandung manfaat yang luar biasa bagi manusia. Karena didalamnya terdapat nilai-nilai filososi yang dapat digunakan untuk menjalani kehidupan dengan lebih cerdas dan bijaksana, salah satunya yaitu burung elang.

Elang merupakan unggas yang mempunyai umur panjang, dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur tersebut ia dihadapkan dengan dua keputusan yang sangat berat pada usianya ke 40. Pada pada usia ke 40 tahun cakarnya sudah menua, paruhnya sudah panjang hingga sampai ke dadanya, dan sayapnya pun semakin berat karena bulunya yang tumbuh semakin lebat.

Pada saat itu ia hanya mempunyai dua pilihan yaitu:
Menunggu kematian atau melanjutkan transformasi kehidupan yang membutuhkan waktu 150 hari. Dalam melaksanakan proses ini tentunya tidak mudah, burung elang harus pergi ke puncak gunung yang tinggi untuk membuat sarang ditebing. Setelah sarang tersebut selesai, mulailah proses  transformasi yang sangat menyakitkan tentunya.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya yang panjang ke bebatuan sampai berdarah-darah. Ini dilakukan agar paruh tersebut terlepas dengan harapan tumbuh paruh yang baru, setelah paruh tersebut tumbuh barulah sekarang giliran mencabut cakar yang sudah menua satu persatu dengan paruh barunya, setelah itu ia mencabuti bulu-bulunya yang lebat karena ini yang menyulitkanya untuk terbang. tentu ini proses yang sangat menyakitkan bukan?

lima bulan kemudian bulu-bulu yang baru sudah tumbuh, barulah ia sekarang bisa terbang. Dengan paruh, cakar, dan bulu yang baru ia sekarang bisa menikmati hidupnya 30 tahun kedepan dengan penuh energi dan keceriaan.

Pada kehidupan manusia, mengambil keputusan yang sangat pahit (positiv) terkadang harus dilakukan. Inilah yang akan menjadikan diri ini menjadi lebih baik sebagaimana transformasi burung elang yang menyakitkan. Jika pribadi kita ini kurang baik dimasa lalu, maka sekarang saatnya untuk berubah apapun halanganya. Misalkan kita atau keluarga kita pernah di cemooh, di ejek, di hina, maka kita hadapi dengan penuh kesabaran dan kasih sayang dan yakin kelak Allah SWT yang akan membalasnya.





Thursday, 21 May 2015

Pengukuran dan Desain Instrumen dalam Survei


PENGUKURAN DAN DESAIN INSTRUMEN DALAM SURVEI

A.     Definisi
                        Teknik pengukuran adalah suatu teknik  mengenai aturan dan prosedur yang digunakan untuk menjembatani antara apa yang ada dalam dunia konsep dengan apa yang terjadi di dunia nyata.
                        Desain intsrumen adalah sebagai penyusunan instrumen pengumpoulan data (biasabya berupa suatu koesioner) untuk mendapatkan data yang  dibutuhkan guna memecahkan masalah penelitian.
B.      Komponen pengukuran
Komponen pengukuran di bagi tiga:
1)      Kejadian empiris (empiricak event) yang dapat diamati ()
2)      Penggunaan angka (the use of number) untuk menggambarkan kejadian tersebut.
3)      Sejumlah aturan pemetaan (set of mapping rules).
C.       Proses pengukuran
Proses pengukuran adalah sederatan tahap yang saling berkaitan yang dimulai dari:


1)      Mengisolasi kejadian empiris
2)      Mengembangkan konsep kepentingan
3)      Mendefinisikan konsep secara konstitutif dan operasional
4)      Mengembangkan skala pengukuran
5)      Mengevaluasi skala berdasarkan reliabilitas dan validitasnya hingga,
6)      Penggunaan skala
D.     Skala pengukuran
Skala pengukuran sangat bervariasi, skala yang sederhana  adalah satu skala yang digunakan untuk mengukur beberapa karakteristik. Skala yang kompleks adalah skala yang beragam yang digunakan untuk mengukur beberapa karekteristik.
           


            Dari beragamnya skala pengukuran maka di perlukan evaluasi, agar skala yang digunakan sesuai. Hal-hal yang harus di perhatikan dalam mengevaluasi skala pengukuran:
1.      Validitas
            Skala pengukuran dikatakan valid bila melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur papa yang seharusnya diukur. Karena bila skala pengukuran tidak valid maka yidak bermanfaat bagi peniliti.
Secara konseptual,  validitas dibagi menjadi tiga macam:
a)      Validitas isi adalah sebuah fungsi yang menunjukkan seberapa baik dimensi dan elemen sebuah konsep digambarkan.
b)     Validitas yang berkaitan dengan kriteria adalah validitas yang berkaitan dengan kriteria terjadi katika sebuah ukuran membedakan individual pada kriteria yang akan diperkirakan.
c)      Validitas konstruk adalah validitas yang membuktikan seberapa bagus hasil diperoleh dari penggunaan ukuran sesuai dengan teori dimana  pengujian dirancang.

2.      Reabilitas
            Menunjukkan konsistensi dan stabilitas dari sektor (skala pengukuran).reabilitas berbeda dengan validitas karena yang pertama memusatkan perhatian pada masalah konsistensi, sedangkan yang kedua lebih memperhatikan masalah ketepatan. Reabilitas mencakup dua hal utama, yaitu: stabilitas ukuran dan konsistensi  internal  ukuran (sekaran,2000:205.7).
·         Stabilitas ukuran adalah stabilitas ukuran yang menunjukkan kemampuan sebuah ukuran untuk tetap stabil atau tidak rentan terhadap perubahan situasi apapun.
·         Konsistensi  internal ukuran adalah indikasi  homogenitas item-item yang ada dalam ukuran yang menyusun konstruk.



E.      MENYUSUN KOESIONER (daftar pertanyaan)
Koesioner yaitu daftar pertanyaan-pertanyaan yang disususn secara tertulis. Koesioner bertujuan untuk memperoleh data berupa jawaban-jawaban para responden. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun koesioner:
a)      Apakah pertanyaan itu?
b)      Bagaimana pertanyaan itu sebaiknya diajukan?
c)      Apakah bentuk pertanyaannya terbuka ataukah tertutup?
d)      Bagaimana seharusnya pertanyaan itu dirumuskan?
e)      Bagaimana format pertanyaan disusun?
f)       Apa teknik skala yang sebaiknya digunakan/
           
F.       Desain instrumen
Dua hal utama yang harus di perhatikan dalam  desain instrumen :
1.      Urutan skala dan layaout
Penyajian dan organisas instrumen pengumpulan data amat menentukan dalam sukses/tidaknya penelitian. Beberapa yang perlu di perhatikan:
·         Koesioner sebaiknya di mulai dengan pertanyaan yang menarik.
·         Tulislah  petunjuk mengisi dengan  jelas dan mudah di baca.
·         Informasi yang bersifat sensitive (misal: penghasilan) dan kjlasifikasi (umur, jenis kelamin, ukuran rumah tangga dan lain-lain).
·         Susunlah tata letak (layaout) koesioner sedemikian rupa sehingga mudah dibaca dan mengikuti alir proses wawancara.
2.      Pratest (uji coba sebelum penelitian  yang sebenarnya dilakukan) dan perbaikan
pratest biasanya sering kali dapat mengidentifikasi  masalah-maalah dalam penyusunan kata-kata, format koesioner, dan lain-lain yang amat berpengaruh terhadap validitas penemuan dari penelitian tersebut.









DUA SISI MANUSIA DITINJAU DARI SURAT AL ALAQ

DUA SISI MANUSIA DITINJAU DARI SURAT AL ALAQ
Masjid Ummul Qura'HDY Depok
Kajian rutinitas malam kamis sekolah tinggi ilmu ekonomi hidayatullah (STIEHID) depok,  di Masjid Ummul Qura’ yang bertemakan “Dua Sisi Manusia”, di isi oleh pimpinan BMH pusat Hidayatullah Ust. Wahyu Rahman. Dalam kajian tersebut dihadiri ketua pembantu tiga (STIEHID) Suheri Abdullah,SE,MM dan puluhan Mahasantri (STIEHID) .

Dalam awal kajianya, beliau menghimbau kepada para mahasantri (STIEHID) untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Manusia itu dhoif (lemah)”, ujarnya kepada puluhan mahasantri (STIEHID) .

Beliau menyampaikan, surah yang pertama kali turun Al-Alaq, kholaqol insanamin ‘alaq yang artinya Dia (Allah) telah menciptakan manusia dari segumpal darah. “Ini merupakan  satu sisi manusia”, ujarnya

“Manusia itu hina” tegasnya, “jika seperma itu dijual di pasar, maka tidak akan ada yang mau beli”, ungkapnya, mengutip perkataan Ust. Abdullah Said (alm) pendiri Organisasi Hidayatullah.

beliau juga menjelaskan, dalam ilmu biologi, “proses awal manusia pertama berawal dari seperma yang bertemu dengan ovum kemudian menjadi zighot”, ujarnya, seraya menjelaskan, dan sebelum sempurna menjadi manusia, ditiupkanlah ruh kepadanya. Disitulah awal manusia bersaksi kepada tuhanya. Dan ini berbeda dengan penciptaan nabi adam, siti hawa, yang Allah langsung ciptakan Nabi Adam dari tanah, inilah kekuasaan Allah SWT.

Oleh karena itu, semua bayi didunia ini pada dasarnya adalah fitrah (suci), namun orang tuanyalah yang menjadikan anaknya majusi, nasrani, yahudi”, paparnya, seraya mengutip hadist yang diriwayatkan bukhari dan muslim.

Beliau mencontohkan, bahwa bukti manusia lemah yaitu; pertama, manusia dikaruniai penglihatan tapi penglihatan itu terbatas, “apa yang ada dibalik tembok itu saja kita tidak tahu”, ujarnya, seraya menunjuk tembok Masjid Ummul Qura’.
Contoh Kedua yaitu pendengaran, manusia berada ditengah hutan ketika ada suara, tidak tahu dari sebelah kanan atau kiri sumber suara tersebut.
Kemudian contoh ketiga yaitu perasaan, perasaan seseorang tidak bisa di jadikan sebagai kesimpulan kebenaran.
Jadi, “penglihatan, pendengaran, dan perasaan tidak bisa dijadikan standar kebenaran”, tegasnya, seraya menambahkan semua harus berpedoman pada alqur’an.

“kholaqol insanamin ‘alaq
Adalah sisi manusia pertama yaitu lemah
& al lamal insana ma lam ya’lam yaitu  sisi manusia yang kedua yaitu unggul”

’al lamal insana ma lam ya’lam ini merupakan sisi manusia yang kedua,”ujarnya, seraya menjelaskan, “disatu sisi manusia adalah lemah tapi disisi lain manusia mempunyai keunggulan, bahkan bisa melebihi malaikat”. Keunggulan ini didapat dari ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan itu dari Allah SWT.

Manusia adalah pilihan
Pimpinan BMH pusat ini memaparkan, bahwa manusia lahir kedunia ini adalah pilihan. Pilhan yang pertama, kita adalah pemenang, yang telah berkompetisi dari 1 juta seperma berebut ovum (sel telur). Dan inilah bukti bahwa manusia benar-benar pilihan (juara).
Kemudian pilihan yang kedua yaitu manusia sebagai (khalifah) manusia yang mengelola, menjaga, memperbaiki alam ini, seraya mengutip [QS. Al Baqarah 2:30].

Meskipun dalam penciptaan manusia ini ada protes dari malaikat sebagaimana tersurat dalam surah Al Baqarah ayat 30, karena manusia nantinya akan menumpahkan darah dimuka bumi ini dan berbuat kerusakan. Tapi Allah lebih mengetahuai atas apa yangdiciptakanya. Jadi disinilah manusia benar-benar pilihan, yang nantinya akan menjaga, memperbaiki, mengelolah alam ini dengan baik.




Tuesday, 19 May 2015

Inilah Empat Tipe Mahasiswa yang Unik


Inilah Empat Tipe Mahasiswa yang Unik
inilah empat tipe mahasiswa yang unik
ilustrasi mahasiswa


Pembantu ketua Dua Dr.Dudung amadung, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah Depok (STIEHID) mengimbau para mahasiswa agar rajin membaca buku. Ujarnya kepada  puluhan mahasiswa (STIEHID) Depok saat apel pagi, senin (11/05/2015) lalu.

“Sebenarnya pagi-pagi ini saya ingin tersenyum lebar ceria tidak canggung, namun keceriaan ini tertutup karena banyak mahasiswa yang pake sendal” ujarnya. Seraya menegaskan,  Sekarang yang pake sendal maju kedepan.

Menurut dudung, Kemungkinan mahasiswa gak pake sepatu. Pertama,"punya sepatu tapi sepatunya di ambil sama yang punya dan yang kedua,  punya sepatu tapi gak dipake karena merasa jempol kakinya bagus”, ujarnya. Saya khusnudhon seraya tersenyum. “Dari pada pake sendal, lebih baik pake sepatu, meskipun spatu kuda”, tegas pembantu ketua satu (STIEHIDA).

Empat tipe mahasiswa
            Dalam acara rutinitas apel pagi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah Depok, (STIEHID) Dudung menjelaskan, bahwa ada 4 tipe mahasiswa, yaitu mahasiswa tipe kapal selam, mahasiswa tipe odong-odong, mahasiswa tipe ambulan, dan mahasiswa tipe angkot ceper.

Maksud yang pertama, tipe kapal selam yaitu mahasiswa yang jarang kelihatan disaat hari-hari biasa, tapi saat ujian tiba-tiba muncul.
Maksud yang kedua, tipe odong-odong yaitu  mahasiswa yang jika dikelas suka rama sendiri gak jelas apa yang diomongin.
Maksud yang ketiga, tipe ambulan yaitu mahasiswa yang di kelas tidur tapi ketika bangun langsung bertanya. Jadi gak nyambung apa yang ditanyakan.
Maksud yang keempat, tipe angkot ceper, yaitu mahasiswa yang gagah, rapi, ketika dikelas ditanya dosenya nggak tau apa-apa.


Dalam pidatonya dudung juga berpesan kepada puluhan mahasiswa (STIEHID) “Iqra’ bagi mahasiswa bukan hanya membaca tapi menelaah”, ujarnya. Sebagaimana mahasiswa kakak kelas kita yang kuliah kerja nyata (KKN) mereka adalah menelaah kehidupan dimasyarakat, ”Sehingga saat tugas nanti sudah matang,’ tegasnya, seraya menambahkan,“Inilah yang membedakan kampus kita dengan kampus luar”.


tipe mahasiswa,tipe mahasiswa berdasarkan jurusan,tipe mahasiswa kedokteran,tipe mahasiswa di kampus,tipe mahasiswa kupu kupu, tipe mahasiswa menurut jurusan, tipe mahasiswa teknik, tipe mahasiswa yang disukai dosen,tipe mahasiswa ambulan,tipe mahasiswa ambulan,tipe mahasiswa odong odong,tipe mahasiswa angkot ceper

Sunday, 10 May 2015

Uang dalam Perspektif Ekonomi Islam




MAKALAH
UANG DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas perkuliahan
Mata kuliah ekonomi pembangunan
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah Depok
Tahun 2014
Dosen pengampu: prof. Dr. Suryanto, MM.
                Mata kulia         : manajemen perbankan

Disusun Oleh : Shodikhul Fulqin
                                                Trimester :  V (lima)

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)
Hidayatullah Depok
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. latar belakang
            Uang merupakan alat tukar yang di terima oleh masyarakat . Saat ini uang merupakan alat tukar  utama yang di gunakan oleh hampir seluruh manusia dimuka bumi. Uang memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kehidupan seseorang. Selain itu uang  juga sangat  identik dengan kekayaan serta kekuasaan.
            sedangkan pada zaman modern ini uang dalam fungsinya semakin bertambah tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah melainkan sebagai barang yaitu diperjualbelikan.
Pasar foreighnexchange, forex atau pasar valuta asing merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang asing yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan. Menurut data survei BIS (bank International for Setlement), rata-rata perputaran pasar valuta asing  dunia per hari diestimasikan bernilai $3,21 triliun.
            Al Ghazali dalam kitabnya “ihya ulumuddin”  mengatakan bahwa uang diciptakan untuk memperlancar pertukaran dan menetapkan nilai yang wajar dari pertukaran tersebut dan uang bukan merupakan barang komoditi. Oleh karena itu makalah ini disusun dalam rangka untuk memberikan pengetahuan tentang perspektif islam dalam memandang alat pembayaran yaitu uang.

2.1. Rumusan masalah
1. apa yang di maksud dengan uang?
2. bagaimanakah sejarah uang sehingga sekarang beredar di masyarakat??
3. apa perbedaan fungsi uang dalam islam dengan konvensional?








BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Landasan teori
        Menurut A.P. Pigou : dalam bukunya yang berjudul The Veil of  Money, ia mengatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat tukar.
        Menurut  H. Robetson:  dalam bukunya yanb berjudul Money, ia mengatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran  barang dan jasa.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Pembahasan
A.  Pengertian uang.
          mata uang adalah suatu benda yang sudah tidak lagi aneh di dalam masyarakat atau bisa disebut lumrah . karena pada dasarnya setiap manusia pasti membutuhkan uang sebagai alat transaksi dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang dikatakan kaya atau miskin bisa dilihat dari berapa banyak seseorang tersebut memegang uang atau menimbun kekayaan.
Dalam ekonomi islam,secara etimologi uang berasal dari kata al-naqdu, pengertianya ada beberapa makna yaitu: al-naqdu berarti yang baik dari dirham, menggenggam dirham, membedakan dirham, dan al-naqdu juga berarti tunai.
              Menurut  Albert  Gailort Hart dalm bukunya  yang berjudul  “Monay Debt and  Economic Activity”, ia mendefinisikan uang sebagai suatu kekayaan yang dimiliki untuk dapat  melunasi utang  dalam jumlah tertentu dan  pada waktu yang tertentu pula.
           Dalam pengertian kontemporer, uang adalah benda-benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat perantara untuk mengadakan tukar-menukar atau perdagangan dan sebagai standar nilai.[i]
B. Sejarah uang
a)    Masa sebelum barter
Pada zaman purba, atau pada masyarakat yang masih sangat sederhana, orang belum bisa menggunakan uang. Perdagangan dilakukan dilakukan dengan cara-cara langsung menukarkan barang dengan barang. Cara ini bisa berlangsung selama tukar menukar masih terbatas pada beberapa jenis barang saja.
b)   Masa barter
Pada masa ini untuk memenuhi kebutuhan, orang/kelompok orang sudah membutuhkan pihak lain/dihasilkan oleh pihak lain, karena jumlah orang sudah semakin meningkat dan bertambah, maka munculah pertukaran barang, karena pada masa ini orang belum mengenal produksi barang.
 Syarat utama terjadinya barter adalah, bahwa orang yang akan saling tukar barang, mereka saling membutuhkan.
Kesulitan Barter :
1. Sulit menemukan barang untuk kebutuhan yang mendesak
2. Sulit menentukan perbandingan barang yang ditukarkan
3. Sulit memenuhi kebutuhan yang bermacam-macam

c)    Masa uang barang
Pada masa ini, orang sudah mulai berfikir barang perantara sebagai alat pertukaran, maka dicarilah jenis barang yang dapat mempermudah pertukaran, sebagai syarat, sebagai alat perantara pertukan barang/uang barang
d)   Masa uang
Peradaban yang semakin maju, mengakibatkan kebutuhan yang semakin banyak dan bertambah pula, hal tersebut mendorong manusia untuk alat perantara pertukaran yang mudah, praktis, dan mempunyai nilai, maka dikembangkanlah jenis uang
Suatu barang berfungsi sebagai mata uang, apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
1.       Dapat diterima oleh siapapun
2.       Tahan lama
3.       Mudah disimpan
4.       Mudah dibawa kemana-mana
       5.       Dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil dengan tidak mengurangi                  nilainya,
6.       Jumlahnya terbatas
7.       Nilai uang tetap
C. perbedaan fungsi uang dalam perspektif konvensional dan perspektif Islam.
 Fungsi utama uang dalam teori ekonomi konvensional adalah:
1)    Sebagai alat tukar (medium of exchange) uang dapat digunakan sebagai alat untuk mempermudah pertukaran.
2)    Sebagai alat kesatuan hitung (unit of Account) untuk menentukan nilai/ harga sejenis barang dan sebagai perbandingan harga satu barang dengan barang lain.
3)    Sebagai alat penyimpan/penimbun kekayaan (Store of Value) dapat dalam bentuk uang atau barang.

Dalam ekonomi Islam fungsi uang yang diakui yaitu:
1)    Sebagai alat tukar (medium of exchange) uang dapat digunakan sebagai alat untuk mempermudah pertukaran.
2)    Sebagai alat kesatuan hitung (unit of Account) untuk menentukan nilai/ harga sejenis barang dan sebagai perbandingan harga satu barang dengan barang lain.

                        Dalam islam, Uang itu tidak memberikan kegunaan/manfaat, akan tetapi fungsi uanglah yang memberikan kegunaan. Uang menjadi berguna jika ditukar dengan benda yang nyata atau jika digunakan untuk membeli jasa. Oleh karena itu uang tidak bisa menjadi komoditi/barang yang dapat diperdagangkan.
                        Dalam konsep ekonomi Islam uang adalah milik masyarakat (money is goods public) alasan ini karena, barang siapa yang menimbun uang atau dibiarkan tidak produktif  berarti mengurangi jumlah uang beredar yang dapat mengakibatkan tidak jalannya perekonomian. Jika seseorang sengaja menumpuk uangnya tidak dibelanjakan, sama artinya dengan menghalangi proses atau kelancaran jual beli.[ii]






BAB IV
PENUTUP
4.1. kesimpulan
                uang adalah benda-benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat perantara untuk mengadakan tukar-menukar atau perdagangan dan sebagai standar nilai.
                 Sejarah uang dimulai dengan masa  sebelum barter kemudian masuk pada masa barter, dikarenakan masa barter  penuh dengan kesulitan maka dengan seiring kemajuan berfikir masyarakat maka munculah uang barang yang di ikuti dengan masa uang yang digunakan sampai saat ini.
Perbedaan pandangan mengenai fungsi uang :
                 Menurut pandangan konvensional uang merupakan  sebagai alat tukar, alat satuan hitung serta alat penimbun kekayaan. Namun menurut perspektif islam uang merupakan alat tukar dan alat satuan hitung saja, karena uang merupakan milik masyarakat yang harus beredar agar fungsi uang  produktif.